Blog ini merupakan Kumpulan koleksi kain batik cap(stamp) dari batikbumi.com dan masih satu manajemen dengan batikbumi.com (Semua kain batik yang dijual di blog ini sama dengan yang di batikbumi.com).
Blog ini dibuat untuk mempermudah pengelompokan kain batik kami. Terimakasih.
Untuk pemesanan bisa ke Hp: 0857-250-300-33
Untuk pembelian jumlah banyak (grosir) akan mendapat harga khusus.


Busana Batik Modern

Busana batik modern
Busana batik merupakan mode sepanjang masa yang dewasa ini sering dipakai tidak hanya oleh kalangan ibu-ibu atau bapak-bapak, tapi juga oleh kaum muda yang ingin lebih mencirikan identitas dirinya sebagai orang Indonesia. Dengan busana batik, seseorang akan tampak lebih anggun, elegan, dan unik. Meskipun pada beberapa kesempatan acara, hampir semua pemakai batik menggunakannya dengan paduan kebaya (bagi perempuan) atau celana panjang (bagi laki-laki).

Busana batik sendiri telah menjadi ikon negara Indonesia yang memang penuh dengan kreativitas dalam berbudaya. Tidak hanya itu, busana batik juga kerap digunakan sebagai pakaian untuk para model kelas menengah atas dalam peragaan busana terkini.

Banyak desainer terkenal yang menggunakan busana batik sebagai busana andalan mereka. Tidak hanya karena motifnya yang mencirikan Indonesia, tapi juga nilai filosofi yang terkandung di dalam gambar seni batik pun membuat para desainer tergugah untuk menjadikannya sebagai bagian dari ikon fashion Indonesia.

Bahkan, di beberapa negara di dunia, busana batik telah menjadi fashion unik yang tak kalah menariknya dengan busana lain yang diciptakan oleh desainer-desainer Eropa kelas dunia.

Kematangan Busana Batik dalam Dunia Fashion

Jika pada awalnya busana batik hanya dianggap sebagai kelas khusus di dunia fashion, yakni kelas yang hanya diminati oleh sebagian kecil kalangan yang memahami sejarah dan budaya Indonesia (juga kalangan ningrat yang menurunkan batik sebagai salah satu seni), kini busana tersebut sudah menjadi acuan model di dunia fashion.

Berbagai peragaan busana batik tidak lagi tampak sepi pengunjung, justru menarik banyak pengunjung. Beberapa pengunjung yang datang dengan berbagai alasan menjadikan pesona busana batik sebagai bagian dari seni yang mampu dinikmati oleh berbagai kalangan.

Tidak hanya menjadikan seni tersebut sebagai busana batik, para desainer juga menggunakan seni batik dalam model fashion lainnya, seperti tas, sepatu, dompet, bahkan aksesori lain seperti perhiasan gelang, kalung, dan lain-lain.

Seseorang bisa tampil cantik tidak hanya dengan memakai busana batik, tapi juga dengan aksesori berukiran batik, seperti kerajinan tangan berbentuk cincin dan gelang yang juga diukir dengan menggunakan seni batik. Hal tersebut tentu saja membuat dunia budaya menjadi semakin bingar dengan munculnya ikon-ikon fashion yang membawa seni batik ke dalam wahana desain mereka, termasuk busana batik yang bahkan sekarang sudah sangat beredar di berbagai kalangan masyarakat.

Akan tetapi, ada hal yang harus dijaga dengan munculnya busana batik sebagai salah satu ikon fashion di Indonesia. Busana yang membawa nilai-nilai filosofis budaya ini seyogianya mampu membawa misi yang juga erat kaitannya dengan nilai budaya.

Jika sebelumnya kita berpendapat bahwa busana batik hanya cocok dikenakan oleh kalangan berumur (ibu-ibu dan bapak-bapak) atau pada acara resmi saja, kita sekarang boleh berbesar hati karena banyak anak muda yang justru menggunakannya ke berbagai acara, baik yang bersifat santai maupun formal.

Kemajuan busana batik di dunia fashion ini memberikan dua peluang kepada kebudayaan Indonesia. Di satu sisi, nilai budaya tradisional akan semakin dihargai oleh masyarakat luas dengan adanya peningkatan tersebut. Namun di sisi lain, munculnya busana batik di dalam dunia fashion juga mampu membawa dampak buruk terhadap peradaban dan kebudayaan primordial di Indonesia.

Busana batik yang pada awalnya memikat secara filosofis, bisa dengan mudahnya menjadi mitos bagi para pemakainya yang kini sudah mencapai seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut bisa terjadi apabila pemakai busana batik hanya mementingkan estetika penampilan saja, tanpa mementingkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam seni batik itu sendiri.

Sebagai contoh, seseorang yang memakai batik khas Cianjur (dengan motif gambar beras yang melambangkan rasa bersyukur atas kesuburan yang telah diberikan kepada tanah Cianjur) akan menghilangkan nilai-nilai kesuburan tersebut apabila dipergunakan tanpa memahaminya.

Busana batik yang seharusnya dipergunakan dengan membawa nilai-nilai budaya yang luhur, kecantikan alami (inner beauty), dan rasa syukur malah dijadikan seni yang membawa manusia pada kelupaan akan nilai-nilai tersebut. Misalnya saja, kita banyak melihat bahwa kebanyakan kalangan menengah ke atas akan lebih memilih busana batik berharga jutaan rupiah dibandingkan dengan batik yang dijual lebih murah.

Di satu sisi, hal tersebut bisa saja memperlihatkan betapa busana batik sangat berharga karena nilai kreativitasnya dianggap tinggi. Akan tetapi di sisi lain, bisa saja hal tersebut merupakan sebuah pola gaya hidup masa kini yang membuat batik menjadi sebuah "nilai baru" dalam kebudayaan modern, yakni nilai prestise.

Nilai Modern Busana Batik

Seperti yang sudah disebutkan, busana batik memiliki dua celah yang berpotensi meningkatkan atau menurunkan kualitas seni batik di Indonesia. Kemunculannya sebagai acuan model di dunia fashion menjadikannya bernilai sangat tinggi atau bahkan sebaliknya, yakni sangat rendah.

Menjual busana batik atau seni batik lainnya dengan harga mahal bukanlah satu-satunya hal yang bisa menjadikan seni batik menjadi bernilai sangat tinggi. Atau dengan booming-nya batik di dunia fashion juga tidak menjamin bahwa nilai-nilai budaya yang terdapat dalam seni batik mampu diapresiasi dengan baik oleh para penggemar fashion.

Oleh karena itu, para desainer busana batik harus melakukan observasi terlebih dahulu terhadap nilai-nilai budaya seni batik yang dipergunakannya. Apalagi jika desainer tersebut memodifikasi atau mencampurkan seni batik khas daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Akulturasi semacam itu bisa saja menambah nilai filosofis yang terdapat dalam busana batik, tapi bisa juga justru mengurangi nilai-nilai tersebut.

Dengan sederet asumsi dari para desainer, busana batik mampu menjadi lahan pembudidayaan nilai-nilai tradisional yang berpotensi mengangkat kembali kebudayaan luhur yang sudah mulai menurun semenjak datangnya modernitas ke negara Indonesia.

Berbagai jenis seni yang masuk mampu mengubah pola pikir masyarakat Indonesia sehingga nilai-nilai budaya tidak lagi terpelihara dengan baik. Dengan demikian, hal ini bisa berarti bahwa para desainer, selain bertugas menciptakan desain produk yang mampu mengangkat kesenian dan kreativitas budaya Indonesia juga bertugas untuk mengembalikan nilai-nilai budaya yang hilang akibat akulturasi lain.

Dengan mengangkat busana batik sebagai produk mereka, para desainer juga memiliki kewajiban untuk memberikan pemahaman kepada dunia fashion mengenai sisi filosofis budaya dan kesenian batik.

Selain mampu mengangkat nilai-nilai adiluhung seni busana batik, para desainer juga mampu menguasai peradaban dengan nilai-nilai kebudayaan yang sudah terukir sejak zaman dahulu. Nilai-nilai tersebutlah yang nantinya akan disandingkan dengan nilai modern sehingga busana batik bukan lagi sebagai modus untuk menjadikan keuntungan di dunia fashion semata, tapi juga menambah nilai bagi kebudayaan dan pariwisata di Indonesia.

Lantas bagaimana dengan kita sebagai penonton dalam dunia fashion? Tentu saja kita juga tidak bisa hanya diam mendengarkan perdebatan antara kebudayaan dan peradaban mengenai nilai modern yang muncul pada busana batik. Kita bisa menggunakan busana batik sekaligus memahami proses kreativitas dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya sehingga bukan hanya sebagai pengguna dan pengapresiasi, kita juga bisa berfungsi sebagai pengkritisi seni batik di Indonesia. Selamat berbusana batik!

0 komentar:

Daftar Blog Saya

Blogger Template by Clairvo